PENYEBAB OBESITAS YANG JARANG DIKETAHUI
Obesitas adalah kondisi kronis akibat penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi. Obesitas terjadi karena asupan kalori yang lebih banyak dibanding aktivitas membakar kalori, sehingga kalori yang berlebih menumpuk dalam bentuk lemak. Kondisi tersebut dalam waktu lama menambah berat badan hingga mengalami obesitas. Penumpukan lemak tubuh ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius, seperti penyakit jantung, diabetes, atau hipertensi. Obesitas juga dapat menyebabkan gangguan kualitas hidup dan masalah psikologi, seperti kurang percaya diri hingga depresi.
Seseorang dewasa dinyatakan mengalami obesitas, jika indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 25. Perhitungan tersebut didapat dengan membandingkan berat badan dengan tinggi badan. Nilai IMT ini digunakan untuk mengetahui berat badan seseorang normal, kurang atau berlebih, hingga obesitas. Namun, ukuran IMT tersebut dapat tidak akurat untuk beberapa orang, karena IMT tidak mengukur lemak tubuh secara langsung.
Masalah obesitas semakin meningkat di dunia. Hal ini menjadi tantangan yang besar dalam mencegah pertumbuhan penyakit kronis di dunia. Obesitas juga dipicu pertumbuhan industri dan ekonomi, serta perubahan gaya hidup, asupan nutrisi yang semakin banyak dari makanan olahan, atau diet dengan tinggi kalori. Berdasarkan data WHO tahun 2016, sekitar 650 juta penduduk berusia dewasa mengalami obesitas, sedangkan 340 juta anak-anak dan remaja usia 5 hingga 19 tahun mengalami berat badan berlebih. Di Indonesia sendiri, pada tahun 2010, diperkirakan terdapat 23% orang dewasa mengalami obesitas, dan wanita lebih banyak yang mengalaminya dibanding dengan pria.
Masalah obesitas ini terkait dengan peningkatan jumlah kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, serta beberapa penyakit kanker. Jumlah kematian penderita obesitas yang disertai sejumlah penyakit tersebut lebih banyak dibanding penderita dengan berat badan yang normal.
Penanganan obesitas ditujukan untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang normal dan sehat. Untuk tujuan ini, maka perlu dilakukan perubahan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik. Selain itu, perubahan perilaku juga diperlukan untuk mengatasi masalah psikologis terkait berat badan melalui konseling dan support group. Penurunan berat badan, meski dalam jumlah kecil, dan mempertahankannya secara stabil dapat mengurangi risiko mengalami komplikasi penyakit terkait obesitas.
HAL-HAL YANG MENJADI PENYEBAB TERJADINYA OBESITAS.
1.Kurangnya melakukan kegiatan fisik
Gak hanya itu, kamu pun juga perlu mengimbanginya dengan banyak olahraga. Terutama jika kamu adalah seorang pekerja atau siswa yang banyak menghabiskan waktu dengan duduk dan berada di depan komputer.
2.Bisa disebabkan oleh alasan medis
Ada beberapa kondisi medis yang menyenangkan seseorang susah menurunkan berat badan, seperti kelenjar tiroid yang kurang aktif dan sindrom cushing atau gangguan langka yang menyebabkan produksi hormon steroid yang berlebihan. Ada juga bentuk pengobatan yang berkontribusi menyebabkan berat badan bertambah, seperti obat epilepsi, diabetes, dan antidepresan.
3.Tidak terkontrolnya kalori yang masuk dalam tubuh
Sebagian besar makanan yang kamu konsumsi itu mengandung kalori. Dilansir dari National Health Service UK, jumlah kalori yang dibutuhkan pria dewasa dalam sehari adalah 2.500. Sementara perempuan adalah 2 ribu kalori per hari.
Buat kamu yang ingin mengukur besaran kalori, yang masuk dalam tubuhmu, kamu bisa mengintipnya di fakta nutrisi yang tertera pada kemasan produk makananmu. Kamu pun bisa mengira-ngira besaran kalori makanan yang kamu masak dengan mengeceknya satu per satu menggunakan aplikasi smartphone MyFitnessPal atau FatSecret.
4.Bisa terjadi karna diet yang buruk
Jangan salah memaknai arti diet. Diet itu berarti membuat tubuh tetap sehat dan ideal. Diet gak hanya berlaku untuk orang gemuk, namun juga untuk orang kurus dan atau yang ingin menjaga kesehatan tubuhnya.
Diet yang buruk terjadi akibat banyaknya mengonsumsi makanan yang kurang sehat, seperti makanan serta minuman cepat saji yang tinggi lemak dan gula. Selain itu juga bisa disebabkan makan terlalu banyak atau yang sekadar untuk memuaskan hasrat. Makanlah sesuai kebutuhanmu saja ya!
5.Adanya Doktor Genetika
Memang benar jika genetik berpengaruh terhadap potensi obesitas pada manusia. Misalnya saja jika kamu punya orangtua yang obesitas, ada kemungkinan bahwa kamu akan kesulitan untuk berdiet dan menurunkan berat badan.
Meski begitu, bukan berarti usaha menurunkan berat badan itu gak mungkin lho. Kecuali untuk kasus khusus dan langka yang menyebabkan seseorang sulit sekali untuk menurunkan berat badan, seperti sindrom prader-willi.
Buat kamu yang sudah memahami penyebab-penyebab obesitas di atas, tidak ada salahnya untuk mencegahnya dari sekarang. Tentunya dengan gaya hidup sehat, makan-makanan bergizi dan olahraga teratur. Dengan begitu, risiko obesitas dapat menurun. Selamat hidup sehat!







